Baru Memainkan 1 Laga Piala Dunia, Pelatih Tunisia Dipecat
Federasi Sepak Bola Tunisia (FTF) resmi memecat pelatih kepala Sabri Lamouchi menyusul kekalahan telak 1-5 dari Swedia pada laga pembuka Grup F Piala Dunia 2026, Senin, 15 Juni 2026. Tidak butuh waktu lama bagi manajemen skuad The Carthage Eagles, posisi lowong tersebut langsung diisi oleh pelatih kawakan spesialis turnamen akbar, HervΓ© Renard, yang ditunjuk sebagai nakhoda baru untuk menyelamatkan sisa napas Tunisia di turnamen ini. Keputusan kilat di tengah bergulirnya kompetisi akbar ini mengejutkan jagat sepak bola internasional.
PROMO APPAREL & BRAND OLAHRAGA DISINI
Klik di sini untuk info pemasangan iklan premium di tengah teks berita.
Pemecatan Sabri Lamouchi dipicu oleh performa buruk dan rapuhnya koordinasi lini belakang Tunisia saat dihantam lima gol oleh Swedia di Estadio BBVA, Monterrey. Manajemen FTF menilai taktik yang diterapkan Lamouchi gagal mengantisipasi dominasi fisik dan bola-bola mati lawan, sehingga membuat peluang lolos grup menjadi sangat kritis. Evaluasi darurat yang digelar pasca-pertandingan langsung berujung pada pemutusan hubungan kerja demi memberikan efek kejut psikologis bagi skuad.
Penunjukan HervΓ© Renard dinilai sebagai langkah paling realistis dan cerdas dari FTF. Pelatih asal Prancis ini memiliki reputasi magis di sepak bola internasional, khususnya di kawasan Afrika dan Timur Tengah. Herve Renard menjadi satu-satunya pelatih dalam sejarah yang sukses menjuarai Piala Afrika (AFCON) dengan dua negara berbeda, yaitu Zambia (2012) dan Pantai Gading (2015). Pada Piala Dunia 2022 lalu, ia juga menjadi otak taktis di balik kemenangan bersejarah Arab Saudi saat menumbangkan Argentina yang dipimpin Lionel Messi di laga pembuka grup.
Masuknya Renard dipastikan akan mengubah total cetak biru permainan Tunisia dalam waktu singkat. Mantan pelatih timnas wanita Prancis ini dikenal sangat disiplin, menuntut ketahanan fisik tinggi, dan fasih menerapkan gaya menekan sejak lini depan (high-pressing). Karakter tegas Renard diharapkan mampu membakar motivasi bertarung para pemain Tunisia yang sempat runtuh moralnya setelah dihajar Swedia.
HervΓ© Renard tidak memiliki waktu bersantai karena ia harus langsung memimpin sesi latihan darurat untuk mempersiapkan tim. Tugas pertamanya adalah meramu strategi pertahanan rapat guna menghadapi laga hidup-mati matchday kedua Grup F melawan Timnas Belanda. Target minimal mencuri poin menjadi harga mati bagi Renard jika ingin menjaga asa Tunisia lolos ke babak gugur 32 besar.

Punya Informasi atau Event Olahraga Menarik? Titip Publish di Sini!
Sampaikan pencapaian klub, liputan turnamen, komunitas, hingga promosi produk olahraga Anda ke ribuan pembaca setia SportaNesia setiap harinya. Proses cepat, jangkauan luas, dan profesional!
Hubungi Redaksi via WhatsApp