SportaNesia

Terkini โ€ข Indonesia Juara FIFAe Continental Championship 2026 Asia, Taklukkan Jepang di Final โ€ข Tim Voli Putri Indonesia U-18 Tundukkan Mongolia, Amankan Posisi Ketujuh AVC Girls U-18 โ€ข Final IBL 2026 Resmi Dimulai Malam Ini, Pelita Jaya Tantang Bogor Hornbills โ€ข Resmi! PSS Sleman Datangkan Matheus Fornazari, Tambah Daya Gedor Super Elang Jawa โ€ข Madura United Resmi Datangkan Gali Freitas dengan Status Pinjaman dari Persebaya โ€ข Ruben Amorim Resmi Jadi Head Coach AC Milan โ€ข Myanmar Tumbangkan Timor Leste, Jaga Asa Bersaing di Grup A โ€ข Timnas Voli Putri U-18 Indonesia Tersingkir, Takluk 0-3 dari Thailand di Perempat Final AVC Girls U-18 2026 โ€ข Real Madrid Bergerak Cepat Berburu Galactico Baru โ€ข Resmi Berseragam Persib, Gabriel Mutombo Siap Perkuat Lini Belakang Maung Bandung
TAGS POPULER: #2026 #Indonesia #Timnas #Resmi #Piala #Dunia #Juara #Final
Advertisement

RESERVED SPACE ADVERTISEMENT

Tampilkan Produk, Event, atau Brand Olahraga Anda di Sini

← Kembali ke Beranda

Belgia Ditahan Imbang Iran, Persaingan Grup G Piala Dunia 2026 Kian Memanas

Penulis/Analis: Putera M.A.S | Rilis: 22 June 2026 09:32 | ๐Ÿ‘๏ธ 41 Kali Dibaca

Main Image

Timnas Belgia gagal meraih kemenangan perdana mereka di Piala Dunia 2026 setelah ditahan imbang 0-0 oleh Timnas Iran dalam laga kedua Grup G yang berlangsung di SoFi Stadium, Los Angeles, Minggu (21/6) waktu setempat. Hasil ini membuat persaingan di Grup G semakin terbuka menjelang pertandingan terakhir fase grup.

 

Advertisement

PROMO APPAREL & BRAND OLAHRAGA DISINI

Klik di sini untuk info pemasangan iklan premium di tengah teks berita.

Belgia sebenarnya tampil dominan sepanjang pertandingan dengan penguasaan bola yang jauh lebih besar dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Namun, penampilan gemilang kiper Iran, Alireza Beiranvand, menjadi tembok kokoh yang tidak mampu ditembus para penyerang Belgia. Beiranvand melakukan beberapa penyelamatan penting, termasuk menggagalkan peluang emas dari Maxim De Cuyper pada babak kedua.

 

Iran sempat membuat pendukungnya bersorak ketika Mehdi Taremi menjebol gawang Belgia pada babak pertama. Namun, setelah tinjauan VAR, gol tersebut dianulir karena posisi offside sehingga skor tetap bertahan 0-0.

 

Situasi semakin sulit bagi Belgia pada menit ke-66 ketika bek muda Nathan Ngoy menerima kartu merah langsung setelah menjatuhkan Taremi yang sedang berlari menuju gawang. Meski harus bermain dengan 10 pemain, Belgia tetap mampu menahan tekanan Iran hingga peluit akhir berbunyi.

 

Pelatih Belgia, Rudi Garcia, mengaku kecewa dengan hasil tersebut. Ia menilai timnya sudah menguasai jalannya pertandingan, tetapi kurang efektif dalam memanfaatkan peluang yang tercipta.

 

Hasil imbang ini membuat Belgia dan Iran sama-sama mengoleksi dua poin dari dua pertandingan. Nasib kedua tim untuk lolos ke babak 32 besar akan ditentukan pada laga terakhir Grup G. Belgia dijadwalkan menghadapi New Zealand, sementara Iran akan bertemu Egypt dalam pertandingan yang berlangsung pada 26 Juni mendatang.

Dengan seluruh tim di Grup G masih memiliki peluang untuk lolos, pertandingan terakhir dipastikan berlangsung sengit dan menjadi penentu siapa yang berhak melaju ke fase gugur Piala Dunia 2026.

Punya Informasi atau Event Olahraga Menarik? Titip Publish di Sini!

Sampaikan pencapaian klub, liputan turnamen, komunitas, hingga promosi produk olahraga Anda ke ribuan pembaca setia SportaNesia setiap harinya. Proses cepat, jangkauan luas, dan profesional!

Hubungi Redaksi via WhatsApp
PASANG IKLAN MELAYANG MOBILE Meningkatkan eksosur brand 24/7 di genggaman pembaca SportaNesia.